Category Archives: Banjar Juwet

Informasi Umum Banjar Juwet

balai banjar Juwet 1

Banjar Juwet adalah salah satu banjar dinas di Desa Abiansemal. Jika dilihat dari aspek geografisnya Banjar Juwet merupakan banjar yang unik karena selain memiliki daerah persawahan, banjar ini juga berbatasan langsung dengan Tukad Ayung yang menjadi batas Desa Abiansemal dan 2 desa lain ang terdapat di utara desa Abiansemal. Secara administratif kedinasan Banjar Juwet dipimpin oleh seorang kelian dinas yang saat ini dijabat oleh I Made Windia. Dan selain menjadi banjar dinas Banjar Juwet juga merupakan sebuah banjar adat yang dipimpin oleh I Wayan Suparnata yang pada proses perjalanannya selalu beriringan satu sama lain.

 

Kelompok Ternak Sapi 3

Sebagai salah satu banjar yang sudah cukup tua, berbagai potensi dimiliki dan berkembang sangat baik di daerah ini mulai dari pertanian baik padi maupun buah-buahn seperti semangka, peternakan, perikanan , dan juga berbagai usaha lain yang menjadi sumber penghasilan warga selain bekerja di sector formal dan swasta. Namun seiring perkembangan jaman potensi Banjar Juwet ini masih dapat dikembangkan lagi, karena masih banyak potensi yang  belum dikembangkan baik wisata tirta di Tukad Ayung, wisata alam dengan menikmati view persawahan yang masih sangat alami, dan juga potensi di bidang peternakan dan perikanan yang sampai saat ini terus berkembang ke arah yang lebih menjanjikan.

Petani Semangka1

Di dalam pengembangan kapasitas dan juga pembangunan potensi SDM, Banjar Juwet memiliki banyak organisasi baik yang dibentuk banjar maupun yang menjadi suatu komunitas yyang bertujuan untuk membangun kapasitas warga. Mulai dari kelompok PKK, Posyandu, Kelompok Dasa Wisma, maupun juga Sekeha Teruna Bhakti Karya yang menjadi wadah masyarakat untuk berinteraksi sehari-hari. Namun tidak hanya itu, banjar ini juga memiliki Sekehe Santi “Dharma Shanti”  dan Sekehe Gong Marjaya Putra untuk pengembangan seni budaya masyarakatnya. Untuk di bidang ekonomi ada kelompok ternak  dan koperasi yang bisa mempercepat laju pertumbuhan ekonomi warga.

 

Iklan

Sejarah Banjar Juwet

balai banjar Juwet 1

Berbicara masalah sejarah, tentu saja kita tidak akan terlepas dari cerita dan juga riwayat yang diceritakan secara turun-temurun maupun dari bukti fisik yang disimpan berupa prasasti maupun berbagai artefak lainnya. Begitu pula dengan banajr juwet yang jika ditelisik secara lebih mendalam maka akan kita temukan sejarah dan cerita yang sangat menarik. Berikut ini adalah sepenggal cerita tentang Banjar Juwet. Jaman dahulu di masa kerajaan leluhur warga masyarakat datang dari Kabupaten Gianyar Kecamatan Sukawati Desa Batu Banjar Tampad karena diusir akibat menghabiskan barang milik umum. Setelah diusir warga yang berjumlah 13 KK tersebut pergi ke Puri Sayan untuk meminta suaka, namun karena di Puri Sayan masih menjadi wilayah kerajaan Gianyar maka penglingsir puri tidak berani menerima 13 KK itu, yang membuat warga yang terusir menuju kea rah barat sungai Ayung.

Sesampainya di daerah Barat Gelar warga akhirnya meletakkan prasasti yang dibawa diantara 2 buah pohon besar yang ada di daerah tersebut,yakni pohon Juwet dan Beringin di tengah hutan yang belum terjamah. Setelah meletakkan prasasti, warga masyarakat menghadap ke Puri Mengwi untuk memohon ijin membuka lahan di daerah tersebut untuk dijadikan tempat tinggal. Dan akhirnya ijin diberikan, maka dibangunlah kahyangan tiga disana beserta pemukiman yang terus berkembang sampai sekarang. Untuk masing-masing Kk di berikan tanah masing masing kk 15 are, dan untuk pura diberikan 55 are, pura dalem di berikan 40 are dan subak pun diberikan 32 are.

 

a

Setelah lama mendiami daerah baru tersebut, karena salah satu dari pohon lokasi penyimpanan prasasti mati yakni pohon beringin, maka yang tersisa hanyalah pohon Juwet sehingga daerah tersebut dikenal dengan nama Desa Juwet dan yag setelah Abiansemal menjadi satu desa, Juwet menjadi bagiannya dengan nama banjar juwet.