Category Archives: Banjar Aseman

Kembang Rampe

Kembang RampeBali sebagi pulau dengan penduduk yang mayoritas beragama Hindu yang taat melaksanakan upacara agama tentu saja memerlukan berbagai kebutuhan persembahyangan yang jumlahnya sangat banyak setiap harinya. Salah satu komponen sarana persembahyangan yang wajib ada adalah Kembang Rampe yang diolah dari daun pandan yang diiris tipis yang memang tumbuh dan dibudidayakan sejak lama di Desa Abiansemal.

Prose produksi

Berkat budidaya dan ketekunan masyarakat Desa Abiansemal khususnya di Banjar Aseman, sampai saat ini produksi dan pemasaran Kembang Rampe sudah sangat tinggi bahkan sampai saat ini, mayoritas masyarakat Banjar Aseman sudah menekuni bidang usaha ini mengingat profit yang ditawarkan sangatlah tinggi.Dan saat ini setiap hari dengan tanpa mengenal lelah dibantu dengan mesin yang mempermudah pekerjaan, masyarakat melaksanakan usaha ini baik di sawah sendiri maupun dengan sistem kontrak di luar banjar, bahkan di luar desa. Namun mengingat banyaknya pengusaha dan juga warga masyarakat yang menekuni bidang ini, admin tidak mencantumkan kontak pengusahanya. Namun untuk pembaca yang berminat dan tertarik menekuni bidang ini bisa langsung menuju ke Banjar Aseman Desa Abiansemal Badung

<KU2013>

Iklan

Informasi Umum Banjar Aseman

a

Aseman adalah salah satu banjar dinas di Desa Abiansemal yang memiliki sumber daya ekonomi dan manusia yang sangat berkualitas. Berbagai jenis usaha dikembangkan oleh warga masyarakatnya. Jika dilihat dari aspek geografisnya Banjar Aseman merupakan banjar yang memiliki tingkat kerapatan hunian cukup tinggi karena sebagian besar lahan yang ada sudah dikonversi menjadi perumahan walaupun belum mencapai seluruh lahan. Secara geoghrafis, banjar ini  berbatasan dengan 2 banjar dinas lain yakni Banjar Keraman dan Banjar Latusari sedangkan batas alamnya ada 2 sungai di timur dan di barat. Secara administratif kedinasan Banjar Aseman dipimpin oleh seorang kelian dinas yang saat ini dijabat oleh I Made Nada Sariada. Dan selain menjadi banjar dinas Aseman  juga merupakan sebuah banjar adat yang dipimpin oleh I Putu Widiawan yang pada proses perjalanannya selalu beriringan satu sama lain.

Kembang Rampe

Sebagai salah satu banjar yang sudah cukup tua, berbagai potensi dimiliki dan berkembang sangat baik di daerah ini mulai dari pertanian, peternakan, pemotongan ternak, pengolahan daging, dan juga pengrajin produk kreatif yang menjadi sumber penghasilan warga selain bekerja di sector formal dan swasta. Namun dari sekian banyak potensi yang dimiliki Banjar Aseman pengolahan kembang rampe yang berbahan dasar daun pandan menjadi salah satu usaha yang sangat dominan bagi masyarakat Banjar Aseman karena hampir semua masyarakat menjalani usaha ini di rumahnya masing-masing. Seiring perkembangan jaman potensi Banjar Aseman ini masih dapat dikembangkan lagi, karena masih banyak potensi yang  belum dikembangkan baik wisata tirta di Tukad Ayung, wisata alam dengan menikmati view persawahan yang masih sangat alami, dan juga potensi di bidang peternakan dan perikanan yang sampai saat ini terus berkembang ke arah yang lebih menjanjikan.

Pura Desa Abiansemal

Di dalam pengembangan kapasitas dan juga pembangunan potensi SDM, Banjar Aseman memiliki banyak organisasi baik yang dibentuk banjar maupun yang menjadi suatu komunitas yang bertujuan untuk membangun kapasitas warga. Mulai dari kelompok PKK, Posyandu, Kelompok Dasa Wisma, maupun juga Sekeha Teruna Werdhi Yowana menjadi wadah masyarakat untuk berinteraksi sehari-hari. Namun tidak hanya itu, banjar ini juga memiliki Sekehe Gong Kebyar anak-anak ‘Putra Dharma Kanti” yang sudah pernah berprestasi di tingkat kabupaten saat festival gong kebyar se-kabupaten Badung untuk pengembangan seni budaya masyarakatnya. Untuk di bidang ekonomi ada  2 koperasi yang bisa mempercepat laju pertumbuhan ekonomi warga.

<KU2013>